Kalimat Sahadat adalah rukun islam yang pertama dan wajib diucapkan oleh setiap kaum muslimin dan muslimat semua baik sebelum masuk islam dan sudah masuk islam, Di dalam sahadat Umat Islam membaca dua kalimat sahadat 9X dalam sehari yaitu melalu ibadah sholat yang wajib mereka kerjakan, Kalimat Sahadat berada pada bacaan tahiyatul awal dan akhir setiap kita mengerjakan sholat wajib. Baca juga Artikel kami tetang Sejarah Sholat

Tujuan mengucapkan kedua kalimat sahadat bagi umat islam adalah kita berikrar bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah untuk menyebarkan ajaran Agama yang terbaik yaitu Agama Islam.

Dalam mengucapkan kedua kalimat SAHADAT kita dituntut untuk benar-benar meyakini dan mengamalkannya denga perbuatan baik dan selalu beribadah kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

Didalam kedua kalimat sahadat terbagi dua kalimat yang disebut juga sebagai kalimat tauhid dan kalimat kerasulan seperti pada penjelasan dibawah ini :

1. Sahadat Tauhid







Kalimat diatas dinamakan Sahadat Tauhid yang Artinya : "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT." di dalam makna kalimat tersebut mengandung sebuah arti dan tujuan umat islam menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT.

Suatu amalan yang diucapkan dalam lisan, diyakini dalam hati dan dilakukan dalam perbuatan, Apabila umat islam mengerti akan makna Sahadat Tauhid dan mengamalkannya niscaya kehidupan Dunia Akherat yang baik dan nikmat yang akan dia dapatkan. Baca juga artikel kami tentang wajibnya Sahadat

Karena dengan menyatakan bahwa tidak ada penolong selain Allah SWT. Maka hanya kepada Allah lah motivasi, tujuan, jalan hidup dan tempat kita bergantung.

2. Sahadat Rosul








Kalimat diatas yang berarti : " Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT." makna kalimat tersebut menyatakan bahwa kita mengakui dan mengikuti perilaku dan apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. biasanya perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW tertuang di dalam Hadist yang sahih yang di fatwakan oleh sahabat-sahabat nabi.

Dan dengan kita mengikuti perbuatan dan perkataan nabi Muhammad SAW. Niscaya perbuatan kita di dunia akan selalu kepada kebajikan bukan kepada kerusakan dan kejahatan, Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan perilaku santun, baik dan tidak merusakan dunia dan orang lain.

Demikian saja artikel saya tentang Makna Sahadat semoga kota menjadi golongan orang-orang yang selalu mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT. Aamiin Ya robbal alamin.
Ibadah Sholat adalah ibadah yang sangat diwajibkan oleh Allah SWT untuk umat islam di manapun berada, Perintah untuk melaksanakan ibadah sholat sudah banyak sekali kita temui di dalam Al-Qur'an dan Hadist seperti pada salah satu dalil ini “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku”. QS. Al-Baqarah [2] : 43. Sudah sangat jelas perintahnya untuk umat islam diperintah dan di wajibkan untuk melakukan ibadah sholat.

Ibadah sholat sebagai bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT di mana kita bisa berinteraksi dengan sang pencipta dan san penguasa alam semesta ini, Sholat juga sebagai spritualisasi jiwa kita untuk terhubung dengan hal yang ghoib disamping fungsi sesungguhnya yaitu : menyembah kepada Allah SWT. Untuk dalil perintah sholat yang lain bisa anda baca di artikel kami yang lain disini.

Dengan melaksanakan ibadah sholat kita sudah melaksanakan kewajiban untuk melaksanakan rukun islam yang ke dua maka sempurnalah ke islaman kita, Sholat dikerjakan 5 kali dalam sehari semalam yaitu :

- Sholat Subuh       2 Rokaat
- Sholat Dzuhur     4 Rokaat 
- Sholat Ashar       4 Rokaat
- Sholat Maghrib   3 Rokaat
- Sholat Isya'         4 Rokaat

Kalau di total kita melaksanakan sholat selama sehari semalam adalah 17 Rokaat, Orang yang senang dan rajin melaksanakan ibadah sholat akan tenang jiwa nya karena selalu menghadapkan wajahnya ke Pemilik Alam Semesta yaitu Allah SWT.

Tenang nya jiwa karena kita menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT dengan segenap kesabaran dan keihklasan pasrah akan sifat Jaiz nya Allah SWT. Tetapi banyak sekali umat muslim yang tidak mengetahui dan menyadari arti yang sesungguhnya dari ibadah sholat tersebut, Sehingga kebanyakan dari mereka melaksanakan ibadah sholat hanya sebagai pengugur kewajiban semata.

Sholat yang baik dan benar itu bisa kita lakukan asal kita mengetahui beberapa fiqih dan tata cara sholat yang baik dan benar, Apakah bisa manusia menentukan ibadah manusia yang lain apakah itu baik atau tidak? bukankah ketentuan baik dan tidaknya tergantung dari Allah SWT? jawaban saya adalah Manusia bisa melihat ibadah sholat seseorang sudah baik apa belum, tetapi masalah diterima dan tidak nya itu tergantung Allah SWT. Baca Artikel kami Sholat di dalam Al-Qur'an

Adapun menurut ilmu Syari'at sholat yang baik adalah :

- Mengetahui Syarat & Rukunnya Sholat
- Suci dari hadast ( Baik Kecil Maupun Besar )
- Mengerti Sunnah nya sholat
- Bacaan Sholatnya Fasih dan Mengerti Tajwid
- Khusyu'

Diatas adalah beberapa kereteria untuk mengukur apakah ibadah sholat kita atau orang lain sudah baik dan benar, Namun dari kelima di atas yang paling sulit adalah yang terakhir yaitu bagaiamana sholat yang khusyu' itu? Inti dari sholat khusyu' adalah sholat yang benar-benar fokus pada Allah SWT, Bukan kepada yang lain apalagi terbawah fikiran hutang, rumah tangga dan lainya.

Untuk mendapatkan sholat yang khusyu' kita harus meninggalkan sesa'at fikiran tentang dunia dan menfokuskan diri kita hanya kepada Allah SWT. Ada beberapa ulama yang menyarankan untuk menterjemahkan arti dari apa yang kita baca pada saat kita melaksanakan ibadah sholat. Namun bagaimana dengan yang tidak mengerti akan arti bacaan kita?

Saya akan berbagi sedikit tips untuk mendapatkan sholat yang khusyu' namun sebelum itu silahkan baca dulu artikel kami tentang Wajibnya Sholat.

Berikut beberapa tips agar bisa meraih sholat khusyu' yang sangat muda dan sederhana :

* Sebelum melaksanakan sholat usahakan semua pekerjaan sudah terselesaikan
* Sebelum niat sholat ucapkan kedua kalimat sahadat
* Jangan Sholat dalam keadaan lapar maupun kenyang
* Pada saat sholat baca kalimat Allah di dalam hati terus menerus walau mulut mengucap bacaan sholat

Semua butuh latihan dan proses jadi apabila kita sudah terbiasa maka bukan tidak mungkin sholat khusyu' akan kita dapatkan setiap kita melaksanakan ibadah sholat. InsyaAllah

Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu'minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira'. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.


Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa."

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, pada- hal di hadapan kita ada "wanita terbaik di dunia," Khadijah binti Khu- wailid, Ummul Mu'minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat men- jadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan se- baik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam is- tananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hi- dupnya.
Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :"Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan." [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata :"Keshahihannya telah disepakati."]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ?
Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu'min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat- ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.

Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :"Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku." Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.

Khadijah r.a. berkata :"Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini." Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :"Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :"Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu." Maka Khadijah r.a. menjawab :"Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan)."

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da'wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolong- nya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang- orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia." [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118]

Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539] 
Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Pikir dan Dzikir, adakah hubungannya dalam beramal ? Menurut saya, berpikir artinya memberikan peranan kepada akal agar menemukan jalan keluar dari suatu permasalahan, sedangkan berdzikir artinya memberikan peranan kepada akal untuk mengingat hasil pikir yang dia lakukan.

Pikir dan dzikir adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam hidup dan kehidupan ini, seorang siswa yang belajar bisa disebut juga sedang melakukan pikir dan dzikir, dalam hal ini memikirkan dan mengingat semua pelajaran yang ia terima. Demikian pula misalnya saat kita mengendarai kendaraan dijalan raya yang ramai, maka kita dituntut untuk berpikir bagaimana caranya agar tidak celaka atau salah jalan sehingga mencelakakan diri kita sendiri, dan dalam saat bersamaan kitapun dituntut untuk melakukan dzikir atau mengingat mana yang harus dilakukan saat itu.

Dari analogi diatas, menurut saya adalah jelas sekali hubungannya antara pikir dan dzikir dalam beramal. Sebab bila kita salah dalam berpikir, maka bisa dipastikan juga kitapun akan salah dalam berdzikir, dan amalnyapun akan salah atau sia-sia.
Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah agar berpikir dan berdzikir.

"Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia ciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah karena Tuhanmu itu sangat mulia; Yang mengajar dengan Qalam. Dia mengajar manusia apa yang mereka tidak tahu" ( Qs. 96 al-alaq : 1 - 5 )

Perintah membaca pada ayat diatas, bukan hanya dalam konteks dimana Nabi disuruh oleh malaikat Jibril membaca saat turun wahyu pertama saja, akan tetapi bisa kita tafsirkan secara luas dalam konteks masa kini. Dimana membaca adalah awal dari berpikir. Awal dari mencari tahu dan melakukan penyelidikan, awal dari menganalisa serta awal dari suatu pemahaman ataupun kesimpulan.

Dari surah diatas kita bisa belajar banyak hal, bahwa Tuhan sendiri sejak awal tidak menyuruh manusia untuk mematikan rasio atau kemampuan intelegensianya, sebaliknya manusia disuruh untuk membaca kekuasaan Tuhannya, mewajibkan manusia menganalisa melalui ilmu kedokteran untuk mencari tahu bagaimana proses awal dari kelahiran manusia itu sendiri sehingga diharapkan manusia itu menjadi sadar betapa kompleks dan rapinya karya Tuhan dalam penciptaan, karena itu secara sadar dan logis kitapun diharapkan untuk memuliakan-Nya.

Menarik memang, bahwa ayat pertama yang turun justru memerintahkan kepada manusia agar berpikir dan berdzikir, bukan sebaliknya berdzikir baru berpikir.

Ini artinya Tuhan ingin kita ini cerdas dan berilmu, bukan menjadi sampah masyarakat, menjadi orang bodoh ataupun yang menurut istilah Aa’ Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar) menjadi orang yang kehadirannya tidak membawa pengaruh bagi orang lain dan ketidak hadirannya justru disyukuri oleh lingkungannya.

Dalam konteks agama, berdzikir sering di-identikkan dengan dzikrullah atau mengingat ALLAH yang secara khusus diterapkan dalam sholat atau bacaan-bacaan seperti tasbih, tahmid, tahlil, istighfar dan sebagainya.

Jika kita kembalikan makna dzikrullah ini pada analogi sebelumnya, maka dzikrullah pun harus didahului dengan tindakan pikir, yaitu menganalisa apa saja yang akan dilafaskan atau diperbuatnya dalam kerangka dzikrullah.

Dengan pengertian lain, bahwa untuk berdzikir kepada ALLAH juga memerlukan ilmu atau pengetahuan yang cukup agar dzikir yang dilakukan menjadi benar dan amalnya tidak sia-sia.

Nabi bersabda dalam 4 hadistnya :

Barangsiapa orang berbuat suatu amalan yang tidak ada perintah dari kami, maka perbuatannya itu ditolak - Hadist Riwayat Muslim

Barangsiapa yang mengada-adakan dalam ajaran Islam ini yang tidak ada sumbernya dari Islam, maka urusan itu ditolak - Hadist Riwayat Bukhari-Muslim

Berhati-hatilah dari perbuatan yang berlebihan dalam Islam Karena sesungguhnya kehancuran umat-umat dimasa lalu Diakibatkan perbuatan yang berlebihan (dalam agamanya) - Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas

Tiap-tiap sesuatu yang dibuat tanpa ada petunjuknya (Bid’ah) adalah sesat ; Dan tiap-tiap kesesatan itu dineraka - Hadist Riwayat Muslim

Dengan demikian, pikir sebelum dzikir dalam urusan agama, memiliki hubungan yang sangat erat karena menentukan amalan yang dihasilkan dari dzikir tadi apakah diterima atau justru ditolak oleh ALLAH sebagaimana firman-Nya juga : "orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya" ( Qs. 18 al-kahfi : 104 )

Berdzikrullah tidak hanya habis dengan sholat, membaca tasbih, tahlil dan tahmid ataupun istighfar saja, sebab jika konteks mengingat Tuhan dibatasi seperti ini,maka akan berlawanan dengan banyak ayat al-Qur’an lainnya serta bertentangan dengan pemikiran yang wajar. Ingat kepada Tuhan (dzikrullah) secara luas bisa dilakukan dengan melakukan observasi atau penelitian terhadap alam semesta yang disebut sebagai ‘Arsy (singgasana) ALLAH yang terbentang luas dihadapan kita, karenanya Tuhan berfirman : 
"Sungguh, dalam penciptaan langit dan bumi dan terjadinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki pikiran (yaitu) yang mengingat ALLAH sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring" ( Qs. 3 ali imron : 190 - 191 )

Jelas secara logika sehat, tidaklah mungkin kita mampu melafaskan kalimat tasbih, tahlil atau tahmid dalam setiap waktu seperti isi lahiriah dari ayat tersebut, karena jika demikian adanya maka tidak akan ada satupun pekerjaan lain yang bisa diselesaikan akibat ketiadaan waktu karena dihabiskan hanya untuk dzikrullah tersebut padahal dalam firman sebelumnya ALLAH justru mengajak kita agar menggunakan akal pikiran dalam memahami penciptaan langit dan bumi serta malam dan siang. Saya memahami ayat ini dengan kewajiban manusia (bahkan Jin) melakukan penggalian ilmu secara simultan atau terus-menerus mulai dari pagi hingga petang, baik ketika sedang berdiri atau duduk dalam melakukan penelitian maupun dalam waktu istirahatnya (di-istilahkan dengan berbaring) guna menyibak rahasia alam semesta dengan cara menemukan teknologi modern sehingga tersibaklah kebesaran sang maha pencipta yang menjadikan semuanya tanpa sia-sia.
"Hai masyarakat jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lakukanlah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan" ( Qs. 55 ar-rahman : 33 )

Kekuatan disini merupakan terjemahan dari kata “Sulton”, dan saya cenderung setuju dengan penafsiran kata tersebut sebagai teknologi canggih sebagaimana penafsiran sejumlah ilmuwan Islam masa kini.

Jadi, kesimpulan akhir dari tulisan ini adalah hendak memberikan teguran bagi kita semua untuk mau berpikir, mencari ilmu didalam beribadah agar apa yang dilakukan memang berguna dan mendatangkan amal disisi Tuhan.Baik belum tentu benar, sedangkan benar pastilah baik. 

Sholat subuh 2 rakaat, jika kita tambah 2 rakaat lagi tentu secara logika baik sekali, namun perbuatan itu justru menjadi sia-sia, karena tidak ada tuntunannya dari Nabi. Dzikir itu baik, namun jika dzikir yang dilakukan tidak sesuai dengan tuntunan dari ALLAH atau Nabi-Nya, maka dzikirnya akan nol.

Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal sesuatu itu baik untukmu,
dan bisa saja kamu menyukai sesuatu padahal sesuatu itu buruk untukmu, karena ALLAH itu mengetahui sementara kamu tidak tahu apa-apa - Qs. 2 al-baqarah : 216

Hai orang-orang beriman, ikutilah seruan Allah dan ikutilah seruan Rasul apabila ia menyeru kamu
Qs. 8 al-anfal : 24

apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ?
padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. - Qs. 22 al-Hajj : 46


Jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak ada ilmu didalamnya
sungguh pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya - Qs. 17 al-israa’ : 36 
Namanya:
Abdullah bin Malik bin Al-Qisybi Jundub bin Nadhlah bin Abdillah bin Nashr bin Al-Azd Al-Azdi. Nama panggilannya adalah Abu Muhammad. Namun beliau terkenal dengan nama aslinya di atas.


Kehidupannya: Ayahnya Malik bin Al-Qisybi pernah melakukan sumpah setia dengan Mutthalib bin Abdi manaf dan beberapa lama kemudian ia kawin dengan Buhainah binti Al-Harts bin Abdil-Mutthalib. Dari perkawinan ini lahirlah Abdullah di atas.


Beliau mendapat petunjuk daripada Allah SWT memeluk agama Islam sejak lama. Kemungkinan sekali beliau mengikuti terus perjuangan Nabi saw dalam mengembangkan agama Islam sejak hijrahnya. Baca juga kisah Abu Hanifah Al-Nu'man pada artikel kami yang lain 

Ketika kewajiban shaum/puasa telah difardhukan beliau melaksanakannya dengan penuh kesungguhan sehingga menjadi suatu kebiasaannya. Demikianlah tatkala beliau mengetahui tentang shaumuddahri/puasa sepanjang tahun, ibadah itu tidak sulit dikerjakannya setiap hari sehingga wafatnya.

Sayang sekali tidak dapat kita ketahui bagaimana perjuangan beliau setelah wafatnya Nabi saw. Hanya dapat diketahui bahwa beliau mempunyai sebuah rumah dan berdiam di tengah wadi Raim lebih kurang tiga puluh mil jauhnya dari kota Madinah. Karena itu kemungkinan besar disebabkan wara' dan taqwanya beliau mengasingkan diri sejak peristiwa pembunuhan khalifah Usman hingga wafatnya pada akhir masa khalifah Marwan. Malah Ibnu Zabr menyatakan tahun wafatnya ialah tahun 56 H.


Riwayatnya:
Hadits-hadits riwayat beliau terdapat dalam Shahih Muslim sebagaimana terdapat dalam beberapa Sunan. Dalam Sunan diambil dari Riwayat Al-A'raj, Muhammad bin Yahya bin Hibban dan Hafash bin 'Ashim. 

Daftar Tamu

Warning

Blog Ini Dalam Perlindunga Allah SWT

Fanspage